Infoku.id – Fenomena langit tentu selalu ditunggu oleh masyarakat karena bakal menunjukan keindahan yang tidak selalu ada setiap hari. Dan yang akan terjadi dalam waktu dekat yaitu hujan meteor Taurid yang terjadi di bulan November tahun ini.
Kabarnya, puncak fenomena langka ini akan berlangsung di pertengahan bulan ini, dan bisa disaksikan langsung oleh masyarakat pecinta fenomena alam.
Asal Usul Hujan Meteor Taurid
Bagi yang belum tahu, Hujan meteor Taurid berasal dari sisa debu dan pecahan kecil komet 2P/Encke yang melintasi orbit Bumi setiap tahun. Ketika Bumi melewati jalur puing-puing komet ini, partikel-partikel kecil tersebut terbakar di atmosfer dan menimbulkan cahaya terang di langit malam yang kita kenal sebagai meteor.
Lalu, mengapa disebut “Taurid”? Hal itu karena titik asalnya tampak dari arah rasi bintang Taurus.
Fenomena ini pada umumnya hanya terjadi dua kali dalam setahun, yakni Taurid Selatan yang muncul pada Oktober hingga awal November, kemudian Taurid Utara yang berlangsung dari awal hingga pertengahan November.
Seperti yang telah dijelaskan di atas, puncaknya akan terjadi pada tanggal 11 hingga 13 November 2025, dengan tingkat intensitas sekitar 5 hingga 10 meteor per jam di bawah kondisi langit cerah.
Kapan Waktu Terbaik?
Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (BRIN), waktu terbaik untuk mengamati hujan meteor Taurid adalah mulai tengah malam hingga menjelang subuh, ketika posisi rasi Taurus berada tinggi di langit timur.
Untuk pengamatan dapat dilakukan tanpa alat bantu seperti teleskop, namun disarankan dilakukan di tempat seperti pantai, pegunungan, atau daerah pedesaan.
“Fenomena ini cukup menarik karena meskipun jumlah meteor yang terlihat tidak sebanyak hujan meteor Perseid, namun Taurid dikenal memiliki meteor yang lebih terang dan terkadang menimbulkan bola api (fireball) yang memukau,” ujar peneliti BRIN, Dr. Rhorom Priyatikanto, dalam keterangannya.
Daya Tarik Hujan Meteor Taurid
Mengapa fenomena ini istimewa? Karena hujan meteor Taurid terletak pada ukuran partikelnya yang relatif besar, sehingga menghasilkan cahaya yang lebih terang dan lambat melintas di langit.
Meskipun jumlah meteor per jam tidak terlalu tinggi, setiap lintasan meteor terlihat lebih jelas dan menawan.
Bagi para penggemar astrofotografi, hujan meteor Taurid menjadi momen ideal untuk mengabadikan keindahan langit malam. Dengan kamera berkecepatan rana rendah dan tripod, fotografer dapat menangkap lintasan cahaya yang melengkung di antara bintang-bintang.
Jika langit cerah dan kondisi cuaca yang mendukung, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu pertunjukan alam paling memesona tahun ini.
Jadi, siapkan selimut hangat, kamera, dan nikmati pesona hujan meteor Taurid 2025 yang akan menghiasi malam November Anda dengan cahaya alami dari langit.









