Infoku.id – Jika Anda warga Bandar Lampung, Anda mungkin sudah sering mendengar namanya. Saya sendiri baru minggu lalu akhirnya menyempatkan diri berkunjung ke Pulau Pasaran.
Lokasinya ternyata tidak jauh dari pusat kota. Pengalaman saya, untuk ke sana kita hanya perlu menyeberang jembatan pendek yang menghubungkan daratan dan pulau Pasaran.
Meski luasnya tidak besar, pulau ini menyimpan kehidupan masyarakat pesisir yang unik, terutama karena hampir seluruh penduduknya menggantungkan hidup pada industri ikan asin.
Keberadaan pulau ini bukan hanya penting bagi perekonomian lokal, tetapi juga menjadi cermin kultur maritim yang masih terjaga hingga kini.
Begitu memasuki kawasan pulau, suasana khas perkampungan nelayan langsung terasa. Deretan rumah sederhana, aroma laut, dan pemandangan ikan asin yang dijemur hampir di setiap sudut menjadi ciri yang tidak bisa dipisahkan dari Pulau Pasaran.
Daya tarik utama yang saya lihat adalah aktivitas produksi ikan asin di mana-mana.
Saya benar-benar melihat langsung bagaimana para ibu-ibu sibuk mengolah ikan mulai dari proses pengolahan, mulai dari membersihkan ikan, memberi garam, hingga menjemurnya di bawah sinar matahari.
Metode ini sudah digunakan secara turun-temurun dan menjadi identitas masyarakat setempat. Tidak heran jika Pulau Pasaran dikenal sebagai salah satu sentra ikan asin terbesar di Lampung.
Selain kegiatan perikanannya, Pulau Pasaran juga memiliki potensi wisata budaya dan edukasi.
Kamu dapat melihat langsung bagaimana proses pembuatan ikan asin, mengenal kehidupan masyarakat pesisir, hingga menikmati pemandangan laut yang tenang.
Pulau ini juga menjadi lokasi menarik untuk menambah wawasan tentang bagaimana industri rumahan mampu bertahan di tengah perubahan zaman.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pulau Pasaran mulai mendapat perhatian lebih dari berbagai pihak, terutama terkait peningkatan fasilitas dan pelestarian lingkungan.
Upaya revitalisasi dilakukan untuk menjaga agar aktivitas pengolahan ikan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebersihan dan kelestarian laut. Hal ini penting mengingat pulau kecil seperti Pasaran sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim dan pencemaran.
Meski begitu, kehangatan warganya tetap menjadi daya tarik utama. Masyarakatnya dikenal ramah dan terbuka kepada pengunjung.
Interaksi sederhana seperti berbincang dengan pengolah ikan asin atau mendengarkan cerita para nelayan bisa menjadi pengalaman berharga bagi siapa pun yang datang ke pulau ini.
Kini, Pulau Pasaran tidak hanya menjadi pusat perikanan tradisional, tetapi juga simbol ketahanan budaya pesisir Lampung. Keindahan sederhana dan kehidupan masyarakatnya yang erat dengan laut membuat pulau ini memiliki kekuatan tersendiri.
Dengan potensi wisata dan ekonomi yang terus berkembang, Pulau Pasaran layak menjadi salah satu destinasi unik yang patut dikunjungi saat berada di Bandar Lampung.






